AYOBATANG.COM- Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Batang (PMB) Dr. Heppy Trenggono menyatakan kegiatan pertemuan akbar ‘Beli Batang’ yang akan berlangsung 29 Oktober 2023 di GOR Indoor Abirawa Batang, merupakan kegiatan politik ekonomi.
Pasalnya selaku ketua PMB memiliki tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kami tidak hanya terlibat dalam politik, tapi juga fokus pada pembangunan karakter dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Saya pernah diprotes terkait masuknya caleg. Jika memang tujuanya hanya politik tentu saya sudah keluar. Kita harus mengubah pandangan bahwa berpolitik dalam organisasia enggak ada yang salah, kita berpolitik dibidang ekonomi bukan yang lain. Saya berharap masyarakat Batang mendukung perubahan ini,” ucap Heppy Trenggono saat konferensi pers di Pendopo Kantor Bupati Batang, Sabtu (14/10/2023).
Kegiatan itu, direncanakan menghadirkan tokoh tokoh nasional asal Batang Bupati dan kepala desa dalam acara tersebut.
“Kekuatan PMB ada pada tokoh-tokoh hebat di Batang, dan kita harus mengenal mereka lebih dekat,” jelas Dr. Heppy Trenggono.
Silaturahmi itu sebagai upaya memberikan solusi masyarakat Batang yang lagi dihadapkan pada berbagai masalah utamnya masalah ekonomi.
Maka harus ada gerakan politik ekonomi untuk membangkitkan jiwa wirausaha masyarakat Batang agar bisa berdaya dan bersaing.
Bukan untuk kemenangan salah satu calon legislatif maupun pemilu lainnya.
“Gerakan Beli Batang Bela Batang itu gerakan politik ekonomi. Kita itu ditindas produk – produk asing semua. Disini sasaran utama PMB, yakni memberikan dukungan sosial, menciptakan gerakan ekonomi, dan membangun karakter serta prestasi anak-anak muda Batang,”katanya.
Dr. Heppy Trenggono menegaskan, gerakan ekonomi yang diinisiasi oleh PMB, diharapkan dapat mengurangi tingkat kemiskinan secara signifikan dalam waktu satu tahun.
Indonesia, menurutnya, menerapkan sistem ekonomi kerakyatan yang didasarkan pada kekuatan ekonomi rakyat, di mana masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan sumber daya secara swadaya.
Ekonomi kerakyatan secara khusus tercermin melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.
Aktivitas UMKM ini menjadi tulang punggung ekonomi suatu negara.
“Untuk itulah kita hadir, dengan bergeraknya ekonomi di masyarakat Batang, kita punya ambisi atau target menurunkan angka kemiskinan minimal 8 persen di Batang. Kenapa kita percaya diri, karena kita punya rekam jejak di Kabupaten lain bisa menurunkan angka kemiskinan hingga 8 persen dan sukses,” tegas Dr. Heppy Trenggono.
Saat ditanya tentang tantangan ekonomi, Heppy Trenggono menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah untuk mengendalikan inflasi, terutama melalui pengawasan harga minyak goreng.
“Kami akan bekerja sama dengan Bulog untuk memasang 400 titik distribusi minyak goreng,” katanya, menunjukkan keterlibatan aktif PMB dalam mendukung kebijakan nasional.
Selanjutnya, Heppy Trenggono berencana untuk mengundang semua lurah dan kiai untuk berdiskusi.
“Saya akan berbicara dengan bupati untuk membahas rencana penurunan tingkat kemiskinan dalam beberapa tahun ke depan,” ucapnya, menunjukkan keterbukaan dan keinginan PMB untuk bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.
Terkait dengan tanggung jawab PMB dan rencana peretemuan yang digelar jelang tahun dan pada akhirnya, Heppy Trenggono menegaskan bahwa PMB hanya berperan sebagai fasilitator.
“Kami ingin mendorong geliat ekonomi masyarakat. PMB tidak ingin terlibat dalam politik kotor. Kami hanya ingin memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Batang,” pungkasnya.
