Indonesia Mampu Selesaikan Pengangguran Amerika

adminiibf

Jakarta, 26/11/2011, Dalam video berdurasi 1 menit 11 detik itu, Presiden Obama berpidato kepada rakyat Amerika tentang arti perjalanannya ke Indonesia setelah mengikuti KTT Asia Timur di Nusa Dua Bali. Indonesia, kata Obama adalah sebuah negara tujuan penting perdagangan dan ekspor Amerika yang banyak menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi Amerika. Obama juga menyatakan kegembiraaannya setelah bertemu dengan para pemimpin perusahaan-perusahaan Amerika di Indonesia. Penjualan 200 unit pesawat Boeing dan mesin pesawat ke Indonesia telah menyelesaikan 130 ribu lapangan kerja dan menghidupkan industri di 40 negara bagian di Amerika. Di bagian akhir pidato dengan sumringah Obama mengatakan akan terus meningkatkan perdagangan dengan menyebarkan produk Amerika ke seluruh dunia dengan 3 kata luar biasa “Made in America”.

Pemimpin Gerakan Beli Indonesia memutar video itu dalam ceramahnya di depan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Sabtu siang. “Saya hanya ingin tahu bagaimana cara kita memahami isi pidato Obama itu. Karena dengan sangat jelas Obama mengatakan perdagangan dengan Indonesia telah menyelesaikan pengangguran di Amerika,” kata Heppy. Apakah ini sebuah kecerdasan ketika kita mampu menyelesaikan pengangguran di negara orang lain dan membiarkan pengangguran di negeri sendiri. Padahal pengangguran di Indonesia saat ini hampir setara 2 kali lipat penduduk Australia. Pengangguran tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat bawah tetapi tetapi juga sudah menjangkau mereka yang berpendidikan tinggi. “Pembelian pesawat senilai 200 trliyun lebih itu adalah pembelian terbesar sepanjang sejarah Boeing. Dan dalam waktu yang sama kita lupakan mimpi kita untuk membangun industri pesawat sendiri,” lanjut Heppy. Mantan Presiden Habibie, kata Heppy pernah hanya minta Rp. 5 triliyun saja untuk membangun IPTN. Berat bagi pejabat negara ini untuk memberi 5 triliyun untuk membangun milik sendiri dan dengan sangat mudah melepaskan Rp. 210 triliyun untuk orang lain. Padahal jika kita sudah bisa membangun pesawat sekelas Boeing maka akan sangat mudah kita menyelesaikan masalah pengangguran dan ekonomi dalam negeri. Karena dengan membuat pesawat maka menjual mobil dan motor jadi lebih gampang. Anak-anak kita juga akan dihargai tinggi di negara-negara lain.

“Jika presiden kita sering mengeluh karena dia sering dicemooh di dalam negeri padahal orang luar banyak memuji beliau, inilah jawabannya,” kata Heppy sambil menunjuk ke arah video Obama. Karena ternyata kita lebih banyak membela negara orang lain dan membiarkan anak bangsa sendiri. Bahkan banyak asset strategis negara ini diserahkan kepada asing atas nama investasi. Negara-negara asing, kata Heppy, tidak akan bisa masuk atau menguasai asset sebuah negara lain jika pemimpin negara itu tidak mengizinkannya. “Maka wajarlah jika negara ini terus dalam keadaan terpuruk karena kita tidak membelanya. Dan tampaknya hari ini kita tidak memiliki satu hal yang jelas untuk kita bela sebagai sebuah bangsa,” tegas Heppy. Jika kejayaan bangsa yang kita bela maka seharusnya kita tidak melepas begitu saja asset-aset negara ini. Jika martabat bangsa yang kita bela maka kita tidak akan mendiamkan anak-anak kita yang ditangkap dan dianiaya di luar negeri. Makanya, hari ini kita hidup mirip seperti seorang hamba dan membiarkan orang luar menjadi tuan rumah di negeri kita.

KB PII yang menggelar acara itu adalah dalam rangka pelantikan pengurus baru KB PII. Mantan Ketua Umum PAN, Soetrisno Bachir yang terpilih sebagai ketua umum, siang itu menetapkan dan mengambi sumpah pengurus KB PII 2011-2014. Beberapa jenderal purnawirawan antara lain Suaedy Marassabessy, Kivlan Zein, Muchdi PR masuk dalam kepengurusan dan ikut hadir dalam acara itu. Ketika Heppy Trenggono menjelaskan tentang dominasi produk asing di dalam negeri beberapa dari peserta dan jendral itu membanting botol air minum dalam kemasan sebagai ekspresi kekesalannya. “Beli Indonesia itu bukan gagsan perorangan dan bukan pula milik kelompok tertentu tetapi ini adalah kegelisahan bangsa,” jelas Heppy. (AA)

Tags

Related Post

Leave a Comment