Amin Rais: “Selamatkan Bangsa Ini!”

adminiibf

Jakarta, 17/11/2011. “Yang mana Heppy Trenggono ,” itulah kalimat yang diulang-ulang oleh Amin Rais ketika menyambut kedatangan Tim Beli Indonesia di rumahnya di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa malam. Melihat rombongan Beli Indonesia melebihi kapasitas kursi di ruang tamu Amin kemudian mengajak tamunya ke ruang utama rumah itu. “Anda merasa resah dengan keadaan bangsa ini, itu sudah benar,” kata Amin setelah mendengar penjelasan Heppy Trenggono tentang Gerakan Beli Indonesia. Menurut Amin banyak orang yang merasa baik-baik saja dengan keadaan hari ini. Bahkan banyak juga yang mengambil keuntungan pribadi dengan menggadaikan dan menjual aset milik negara.

Apa yang terjadi di Indonesia hari ini, menurut Amin adalah pengulangan sejarah tentang penjajahan terhadap negara ini. Bedanya, dulu Indonesia hanya dijajah oleh satu korporasi asing bernama VOC hari ini ada ribuan korporasi serupa yang mengeruk kekayaan Indonesia. Amin memastikan bahwa penjajahan seperti itu tidak akan pernah terjadi pada satu negara jika pemerintah negara itu tidak mengizinkannya. “Penjajahan itu bisa terjadi karena ada antek-anteknya di dalam negeri baik berupa perorangan atau institusi,’ ungkap Amin. Dengan gaya bicaranya yang lugas dan talkstraight Amin mengatakan bahwa negara sudah tidak hadir lagi dalam kehidupan masyarakat karena sebagian institusi negara yang sudah menjadi antek asing itu.

Amin memuji rakyat Indonesia sebagai rakyat yang sangat sabar. Dengan segala pembiaran dan ketiadaan fasilitas pelayanan publik rakyat negara ini masih merasa senang dan gembira. “saya lihat di televisi bagaimana rakyat kita mudik dengan berdesak-desak di kereta masih mengaku senang. Demikian juga yang naik sepeda motor dengan beban dan penumpang yang sudah sangat tidak layak masih juga mengaku senang dengan keadaan itu,” kisah Amin. Orang-orang ini, kata Amin kalalu diajak untuk berontak atau revolusi tidak akan mau meskipun mereka jelas-jelas telah teraniaya dan banyak hak-hak mereka yang terabaikan. Karena itu, lanjut Amin dibutuhkan seorang pemimpin untuk membangun keasadaran dan membebaskan rakyat dari keadaan ini.

“Sikap merasa baik-baik saja dan pasrah dengan keadaan ini adalah karena mental inlander yang sudah mengurat mengakar dalam diri anak negeri ini. Mental ini tidak hanya terjadi pada kalangan bawah tetapi juga terjadi pada pejabat negara ini,” kata Amin. Maka orang yang bisa membebaskan negara ini dari penjajahan itu, kata Amin syaratnya orang itu tidak memiliki mental inlander itu. Beli Indonesia sebagai nation anxiety dalam pandangan Amin adalah keinginan untuk membebaskan diri dari mental terjajah dan penjajahan. “Ini harus dilakukan oleh orang-orang muda seperti anda ini, bukan orang-orang tua seperti generasi saya,” kata Amin.

Amin menceritakan jika dia sudah banyak melakukan banyak hal untuk memperbaiki keadaan ini. Mulai dari menulis buku, membuat artikel di koran-koran hingga bertemu langsung dengan pejabat negara dan mengingatkan langsung tentang apa yang terjadi. Namun sampai sekarang belum menunjukkan hasil. “Maka saya minta anda berbuat untuk menyelamatkan bangsa ini!” kata Amin sambil menatap ke arah Heppy yang duduk di sebelahnya. Tokoh reformasi ini juga akan menyatakan akan mempersiapkan dirinya jika ada forum anak-anak muda yang memiliki semangat untuk menyelamatkan negara ini. Di ujung pertemuan Amin menyerahkan dua buah bukunya kepada Heppy Trenggono. “Sebagai bekal dan tambahan informasi tentang apa yang terjadi di negara kita ini,” katanya. Tak henti-hentinya Amin mengingatkan agar jika ada forum di Beli Indonesia untuk mengundangnya ketika mengantar ke ambang pintu. Di ruang tamu itu juga sudah menunggu ibu-ibu dari PP Muhammadyah untuk bertemu dengan tokoh itu. (AA)

Tags

Related Post

Leave a Comment